Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Velentine. Di Indonesia pun, para warganya turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikt merayakan hari tersebut.
Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 februari, kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus.
Terlepas dari itu semua, marilah kita kupas secara detail keistimewaan hari Valentine yang kedatangannya selalu membuat dunia menjadi serba merah muda. Beberapa para ahli mengatakan bahwa asal mula Valentine itu berkaitan dengan St. Valentine. Ia adalah seorang pria Roma yang menolak melepaskan agama Kristen yang diyakininya.
Ia meninggal pada 14 Februari 269 Masehi, bertepatan dengan hari yang dipilih sebagai pelaksaan ‘undian cinta’. Legenda juga mengatakan bahwa St. Valentine sempat meninggalkan ucapan selamat tinggal kepada putri seorang narapidana yang bersahabat dengannya. Di akhir pesan itu, ia menuliskan : “Dari Valentinemu”.
Sementara itu sebuah cerita lain mengatakan bahwa Saint Valentine adalah seorang pria yang membaktikan hidupnya untuk melayani Tuhan di sebuah kuil pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Ia dipenjarakan atas kelancangannya membantah titah sang kaisar. Baru pada tahun 496 Masehi, pendeta Gelasius menetapkan 14 Februari sebagai hari penghormatan bagi Valentine.
Akhirnya secara bertahap 14 Februari menjadi hari khusus untuk bertukar surat cinta dan St. Valentine menjadi idola para pecinta. Datangnya tanggal itu ditandai dengan pengiriman puisi cinta dan hadiah sederhana, semisal bunga. Sering juga untuk merayakan hari kasih sayang ini dilakukan acara pertemuan besar atau bahkan permainan bola.
Di AS, Miss Esther Howland tercatat sebagai orang pertama yang mengirimkan kartu valentine pertama. Acara Valentine mulai dirayakan besar-besaran semenjak tahun 1800 dan pada perkembangannya, kini acara ini menjadi sebuah ajang bisnis yang menguntungkan.
Perlahan semarak hari kasih sayang ini merebak keluar dan menular pada masyarakat di seluruh dunia dibumbui dengan versi sentimentak tentang makna valentine itu sendiri. Bahkan anak-anak kecil pun tertular dengan wabah ini, mereka saling berkirim kartu dengan teman-temannya di sekolah untuk menunjukkan rasa sayang mereka.
Sejarah Hari Valentine
Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’
Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.
Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.
Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.
Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.
Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.
Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.
Kisah St. Valentine
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan sennag hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.
Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.
Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”
Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.
Tradisi Valentine
– Selama beberapa tahun di Inggris, banyak anak kecil di dandani layaknya anak dewasa pada hari Valentine. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi.
– Di Wales, para pemuda akan menghadiahkan sendok kayu pada kekasihnya pada hari kasih sayang itu. Bentuk hati dan kunci adalah hiasan paling favorit untuk diukir di atas sendok kayu tersebut.
– Pada jaman Romawi kuno, para gadis menuliskan namanya di kertas dan memasukkan ke dalam botol. lalu para pria akan mengambil sah satu kertas tersebut untuk melihat siapakan yang akan menjadi pasangan mereka dalam festifal tersebut.
– Di Negara yang sama, para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pria. Jika ia menerima hadiah tersebut, ini pertanda ia bersedia dinikahi pria tersebut.
– Beberapa orang meyakini bahwa jika mereka melihat robin melayang di udara saat hari Valentine, ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara jika seorang wanita melihat burung pipit, maka mereka akan menikah dengan seorang pria miskin. Namun mereka akan hidup bahagia. Sementara jika mereka melihat burung gereja maka mereka akan menikah dengan jutawan.
– Sebuah kursi cinta adalah kursi yang lebar. Awalnya kursi ini dibuat untuk tempat duduk seorang wanita (jaman dahulu wanita mengenakan busana yang sangat lebar). Belakangan kursi cinta dibuat untuk tempat duduk dua orang. dengan cara ini sepasang kekasih bisa duduk berdampingan.
– Pikirkan lima atau enam nama pria (jika anda wanita) atau lima atau enam nama wanita (jika anda pria) yang ingin anda nikahi. Lalu putralah setangkai apel sambil menyebut nama tersebut satu persatu. Anda akan menikah dengan nama yang anda sebut saat tangkai tersebut lepas dari buahnya.
– Petiklah sekuntum bungan dandelion yang tengah mengembang. Tiuplah putik-putik pada bunga tersebut, lalu hitunglah putik yang tersisa. Itu adalah jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.
– Jika anda memotong sebuah apel pada tengahnya dan menghitung jumlah biji di dalamnya, ini juga bisa menunjukkan jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.
credit to http://www.undiknas.ac.id/sejarah-valentine-kisah-pengorbanan-pendeta-baik-hati.html
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 Februari 2009
Kamis, 12 Februari 2009
Cerita Seorang Pramugari
mungkin catatan seorang pramugari yang gw temukan dilounge kaskus ini dapat diambil pesan moralnya...
semoga dapat memotivasi dalam melakukan sesuatu harus dengan hati...
berikut catatannya:
Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.
Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.
Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.
Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.
Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.
Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.
Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.
Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.
Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.
Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.
Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.
Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.
Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.
Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.
Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.
Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.
credit to bulbo FS
semoga dapat memotivasi dalam melakukan sesuatu harus dengan hati...
berikut catatannya:
Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.
Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.
Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.
Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.
Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.
Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.
Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.
Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.
Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.
Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.
Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.
Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.
Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.
Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.
Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.
Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.
credit to bulbo FS
Rabu, 21 Januari 2009
Asal Mula Tarian Singa
hai pembaca
menjelang tahun baru china ini saya akan membahas sedikit tentang tahun baru china
kenapa pada tahun baru china ada tarian singa yang biasa di sebut barongsai
sebenarnya bagaimana sejarah tarian tersebut??
Menurut legenda, pada zaman dahulu, nian (年) ialah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (ada juga yang mengatakan berasal dari laut)
Nian sendiri datang ke desa setiap 1 tahun 1x dan selalu meminta tumbal seorang gadis
hingga tiba saat nya anak gadis kepala desa yang menjadi tumbal untuk raksasa nian
sang kapala desa terus berdoa agar anak nya selamat
hingga menjelang raksasa nian itu datang ke desa kepala desa mulai putus asa karena tidak ada jawaban dari doa nya.
kemudian pada hari H kedatangan raksasa nian terlihat sosok yang besar berwujud seperti singa yang mengelilingi desa (bukan raksasa nian)
penduduk desa mulai ketakutan karena desa mereka di keliling mahluk tersebut
ternyata tak hanya penduduk desa saja yang takut terhadap sosok tersebut
raksasa nian pun juga takut dan pergi, kemudian sosok singa tersebut menghilang
maka selamat lah putri kepada desa pada tahun itu. tapi ke cemasan kapala desa tidak berhenti karena tahun ini putri nya selamat.
dia kawatir putrinya tahun depan akan di ambil oleh raksasa nian.
kepala desa terus berdoa tetapi hingga perayaan tahun baru datang sosok singa itu tidak kunjung datang
kapala desa mulai kawatir, kemudian para penduduk desa yang melihat sosok singa tersebut membuat duplikat singa tersebut dan di gerakan bersama-sama
para penduduk desa membuat banyak sekali duplikat singa dan di tarikan dengan di iringi musik
raksasa nian yang melihat duplikat singa tersebut ketakutan
sosok yang di takutinya kini menjadi lebih banyak
kemudian sang raksasa pergi dan kembali selamat lah penduduk desa pada tahun itu
setelah kejadian tersebut setiap tahun baru selalu ada tarian singa untuk mengusir hal buruk (nian) yang sekarang tarian tersebut banyak di kenal sebagai barongsai
mungkin di tempat lain juga ada cerita seperti ini tetapi beda versi
hahaha.. sebenarnya ada beberapa versi cerita tentang raksasa nian..
mungkin lain kali akan saya ceritakan versi lain nya
Sumber : http://ivans3ptian.blogspot.com/
Berdasarkan : cerita dari masyarakat China di daerah Jogja
menjelang tahun baru china ini saya akan membahas sedikit tentang tahun baru china
kenapa pada tahun baru china ada tarian singa yang biasa di sebut barongsai
sebenarnya bagaimana sejarah tarian tersebut??
Menurut legenda, pada zaman dahulu, nian (年) ialah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (ada juga yang mengatakan berasal dari laut)
Nian sendiri datang ke desa setiap 1 tahun 1x dan selalu meminta tumbal seorang gadis
hingga tiba saat nya anak gadis kepala desa yang menjadi tumbal untuk raksasa nian
sang kapala desa terus berdoa agar anak nya selamat
hingga menjelang raksasa nian itu datang ke desa kepala desa mulai putus asa karena tidak ada jawaban dari doa nya.
kemudian pada hari H kedatangan raksasa nian terlihat sosok yang besar berwujud seperti singa yang mengelilingi desa (bukan raksasa nian)
penduduk desa mulai ketakutan karena desa mereka di keliling mahluk tersebut
ternyata tak hanya penduduk desa saja yang takut terhadap sosok tersebut
raksasa nian pun juga takut dan pergi, kemudian sosok singa tersebut menghilang
maka selamat lah putri kepada desa pada tahun itu. tapi ke cemasan kapala desa tidak berhenti karena tahun ini putri nya selamat.
dia kawatir putrinya tahun depan akan di ambil oleh raksasa nian.
kepala desa terus berdoa tetapi hingga perayaan tahun baru datang sosok singa itu tidak kunjung datang
kapala desa mulai kawatir, kemudian para penduduk desa yang melihat sosok singa tersebut membuat duplikat singa tersebut dan di gerakan bersama-sama
para penduduk desa membuat banyak sekali duplikat singa dan di tarikan dengan di iringi musik
raksasa nian yang melihat duplikat singa tersebut ketakutan
sosok yang di takutinya kini menjadi lebih banyak
kemudian sang raksasa pergi dan kembali selamat lah penduduk desa pada tahun itu
setelah kejadian tersebut setiap tahun baru selalu ada tarian singa untuk mengusir hal buruk (nian) yang sekarang tarian tersebut banyak di kenal sebagai barongsai
mungkin di tempat lain juga ada cerita seperti ini tetapi beda versi
hahaha.. sebenarnya ada beberapa versi cerita tentang raksasa nian..
mungkin lain kali akan saya ceritakan versi lain nya
Sumber : http://ivans3ptian.blogspot.com/
Berdasarkan : cerita dari masyarakat China di daerah Jogja
Minggu, 18 Januari 2009
Uang 100 Yang Hilang
Hmm.. gini ceritanya.. Kemarin malem Gw, Ian, SenSen, ma Nathan kan pergi..
trus pada mau beli bola..
Gw, SenSen, ma Nathan Kasi duit 1000 ke Ian..
jadi Total duit yang di bawa Ian 3000...
Trus si Ian Beli Bola di warung Harganya 2500
Kembalian nya 500 kan..
uang 500 itu di bagi lagi ke 4 orang ini (Gw, Ian, SenSen, Nathan)
masing masing di kasi 100.. kan masih sisa 100..
buat Ian aja lah.. kan dia uda pergi beli bola.. *wah enak ya.. ga ikut keluar duit malah dapet duit..*
jadi Gw dapet 100, SenSen 100, Nathan 100, Ian 200, Pass 500 kan..
setelah di pikir-pikir ternyata 3 orang tadi cuma keluar uang 900...
Kok bisa? Kan pada kasi duit 1000 trus kembali 100 (1000-100=900)
Benar? Harus nya sih benar..
yang gw Heran 1 Hal.. Kan masing-masing anak jadi nya keluar duit 900
900 x 3 = 2700
trus si Ian di kasi duit 200
900 x 3 = 2700 + 200 = 2900
Total Pengeluaran kami kan harus nya 3000.. Lho ini kok jadi 2900
100Nya Mana??
trus pada mau beli bola..
Gw, SenSen, ma Nathan Kasi duit 1000 ke Ian..
jadi Total duit yang di bawa Ian 3000...
Trus si Ian Beli Bola di warung Harganya 2500
Kembalian nya 500 kan..
uang 500 itu di bagi lagi ke 4 orang ini (Gw, Ian, SenSen, Nathan)
masing masing di kasi 100.. kan masih sisa 100..
buat Ian aja lah.. kan dia uda pergi beli bola.. *wah enak ya.. ga ikut keluar duit malah dapet duit..*
jadi Gw dapet 100, SenSen 100, Nathan 100, Ian 200, Pass 500 kan..
setelah di pikir-pikir ternyata 3 orang tadi cuma keluar uang 900...
Kok bisa? Kan pada kasi duit 1000 trus kembali 100 (1000-100=900)
Benar? Harus nya sih benar..
yang gw Heran 1 Hal.. Kan masing-masing anak jadi nya keluar duit 900
900 x 3 = 2700
trus si Ian di kasi duit 200
900 x 3 = 2700 + 200 = 2900
Total Pengeluaran kami kan harus nya 3000.. Lho ini kok jadi 2900
100Nya Mana??
Minggu, 07 Desember 2008
[REAL STORY] Qian Hong Yan-Gadis Puntung yg masih tersenyum menyambut dunia
dari yang gua lihad di sinetron2 maupun dunia nyata
orang kalau sudah terkena cacad fisik pasti maunya pgn bunuh diri...depresi berad...dan lain2
mungkin info satu ini bisa menjadi inspirasi dan menaikkan semangat hidup mereka yg terkena cacad fisik
Qian HongYan - Gadis Puntung yang masih tersenyum menyambut dunia
Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan
pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.
Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia
menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya.
Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl.
Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret tubuhnya dan tidak
mengeluh, walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kal, ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke sana .
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
Setelah bbrp lama, Ada yang berbaik hati dan menyumbangkan kedua kaki palsu
untuk Qian HongYan, menghibur Teman Senasib dan ..
Happy aja, Masih Tersenyum menyambut dunia






ini pas di rumah sakit...
bener bener anak yang penuh semangat!
sumber : VGI
orang kalau sudah terkena cacad fisik pasti maunya pgn bunuh diri...depresi berad...dan lain2
mungkin info satu ini bisa menjadi inspirasi dan menaikkan semangat hidup mereka yg terkena cacad fisik
Qian HongYan - Gadis Puntung yang masih tersenyum menyambut dunia
Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan
pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.
Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia
menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya.
Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl.
Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret tubuhnya dan tidak
mengeluh, walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kal, ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke sana .
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
Setelah bbrp lama, Ada yang berbaik hati dan menyumbangkan kedua kaki palsu
untuk Qian HongYan, menghibur Teman Senasib dan ..
Happy aja, Masih Tersenyum menyambut dunia
ini pas di rumah sakit...
bener bener anak yang penuh semangat!
sumber : VGI
Sabtu, 01 November 2008
Tikus Bunuh Ular dalam 30 Menit
TAIPEI - Alur rantai makanan yang dikenal selama ini, tampaknya, perlu dipikir ulang. Itu kalau kejadian di Taiwan ini bisa dijadikan rujukan. Betapa tidak. Tikus yang biasanya menjadi makanan ular, malah mampu berbuat sebaliknya.
Sebagaimana dilansir Daily Mail, si tikus yang tidak sengaja menerobos masuk kandang si ular, justru mampu membunuh si pemilik kandang dengan cara menggitnya hingga mati. Padahal, si ular yang langsung pasang ancang-ancang menerkam begitu melihat si tikus mungkin sudah berpikir, "Ah, ini dia makan siangku."
"Tikus itu berhasil menghindari terkaman ular dan ganti menyerang si ular terus-menerus. Dia (tikus) juga tak henti menggigit dan mencakarinya," kata Lan Sengqiu, komandan pasukan pemadam kebakaran di Nantou, Taiwan, yang memelihara si ular di kantornya setelah menyelamatkannya dari sebuah kebakaran di rumah penduduk.

"Mungkin dia (ular) telah menggunakan seluruh bisanya saat kami menangkapnya, sehingga dia akhirnya mati hanya karena cakaran dan gigitan tikus," lanjutnya.
Memang tidak mudah bagi si tikus untuk menundukkan si ular. Dibutuhkan pertempuran sekitar 30 menit. Meski kalah besar secara fisik, dengan pintar dia memanfaatkan kegesitannya. Yang mengagumkan, begitu pertempuran selesai dan si ular mati, tak ditemukan satu bekas luka pun di tubuh si tikus.
Pesan moral cerita ini: para petani sebaiknya tak terlalu berharap kepada ular untuk memberantas hama tikus! (dia/ttg)
cuma sebagai bahan renungan...
credit to inugami (forum.megaxus.com)
Sebagaimana dilansir Daily Mail, si tikus yang tidak sengaja menerobos masuk kandang si ular, justru mampu membunuh si pemilik kandang dengan cara menggitnya hingga mati. Padahal, si ular yang langsung pasang ancang-ancang menerkam begitu melihat si tikus mungkin sudah berpikir, "Ah, ini dia makan siangku."
"Tikus itu berhasil menghindari terkaman ular dan ganti menyerang si ular terus-menerus. Dia (tikus) juga tak henti menggigit dan mencakarinya," kata Lan Sengqiu, komandan pasukan pemadam kebakaran di Nantou, Taiwan, yang memelihara si ular di kantornya setelah menyelamatkannya dari sebuah kebakaran di rumah penduduk.
"Mungkin dia (ular) telah menggunakan seluruh bisanya saat kami menangkapnya, sehingga dia akhirnya mati hanya karena cakaran dan gigitan tikus," lanjutnya.
Memang tidak mudah bagi si tikus untuk menundukkan si ular. Dibutuhkan pertempuran sekitar 30 menit. Meski kalah besar secara fisik, dengan pintar dia memanfaatkan kegesitannya. Yang mengagumkan, begitu pertempuran selesai dan si ular mati, tak ditemukan satu bekas luka pun di tubuh si tikus.
Pesan moral cerita ini: para petani sebaiknya tak terlalu berharap kepada ular untuk memberantas hama tikus! (dia/ttg)
cuma sebagai bahan renungan...
credit to inugami (forum.megaxus.com)